Cerita Sex Sisi Lain Sisi – Part 5

Cerita Sex Sisi Lain Sisi – Part 5by adminon.Cerita Sex Sisi Lain Sisi – Part 5Sisi Lain Sisi – Part 5 Pemandangan indah itu membuatku tak sabar lagi untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Aku pun lalu menempelkan tubuhku ke tubuhnya yang terduduk di tepi meja sambil menggesekkan penisku yang sejak tadi telah menegang penuh di vaginanya. “Woow…kerasnya!” kagum sisi sambil menggenggam penisku. “Aaahh.. Sisi..” lenguhku saat jemari lentiknya menggenggam […]

tumblr_nkdqelsHUw1tttj14o6_250 tumblr_nkdqf2LA8V1tttj14o2_250 tumblr_nkdqf2LA8V1tttj14o3_250Sisi Lain Sisi – Part 5

Pemandangan
indah itu membuatku tak sabar lagi untuk
memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Aku
pun lalu menempelkan tubuhku ke tubuhnya yang
terduduk di tepi meja sambil menggesekkan
penisku yang sejak tadi telah menegang penuh di
vaginanya.
“Woow…kerasnya!” kagum sisi sambil
menggenggam penisku.
“Aaahh.. Sisi..” lenguhku saat jemari
lentiknya menggenggam dan meremas lembut
penisku.
Sisi langsung mengocok penis di genggaman
tangan kanannya itu dengan penuh kelembutan.
Sementara itu tangan kirinya mengusap-usap
vaginanya sendiri yang mulai basah kembali.
Rupanya ia pun tak sabar ingin segera disetubuhi.
Dipindahkannya tangan kirinya yang sudah
dibasahi lendir kenikmatannya ke penisku dan
dibalurinya penisku itu dengan lendirnya.
“Eeemmmh…anget sisi, enak!” bisikku sambil
memejamkan mata.
“Hhhmm?? Anget? Aku punya yang panas ger!”
tantang sisi sambil menempelkan penisku ke
bibir vaginanya. “Cepat ger! Masukin kontol lu,
aku nggak sabar! Please..” katanya dekat
telingaku
“Ooowwhh.. Mmmhh..” desahnya ketika kudorong
penisku membelah bibir vaginanya.

Sisi mendongak sambil memejamkan matanya
menikmati penetrasi yang kulakukan. Tanpa
buang waktu lagi aku mulai menggoyangkan
pinggulku menghujam-hujam vaginanya. Penisku
terasa seperti ditarik dan diremas bersamaan
karena seretnya vagina itu. Payudara sisi yang
berukuran besar itu berguncang-guncang di
hadapanku seolah mengundangku melumatnya.
Aku pun menyambar putingnya dengan gigiku dan
menggigitnya tanpa berhenti menggenjotnya.
Beberapa barang seperti buku dan alat tulis di
atas meja sisi berjatuhan ke bawah karena
tersenggol tangan nya sendiri yang sedang seperti
cacing kepanasan.
“Sshh… enak ger, enak bangethhh!!” ujar sisi
mendesis.

Bagaikan kuda liar, sisi juga aktif
menggoyangkan pinggulnya sampai meja di
bawahnya ikut bergoyang dan berderit. Keringat
menetes dengan di kening dan dadanya. Wajahnya
yang cantik terlihat semakin cantik meluapkan
gairah di dalam dirinya.
“Ooohh.. Iyaahh terusshh Kak… Ssshh!” aku pun
semakin meracau tak karuan.
Sisi memelukku dengan erat, kuku-kuku di
jarinya kadang menggores punggungku dan
kakinya melingkar di pinggang saya
merapatkannya sehingga penisku terasa semakin
rapat di vaginanya. Tak henti-hentinya mulutnya
mengeluarkan desahan nikmat. Sembari
menggenjot penisku dalam vaginanya, tangan
kananku meremasi payudaranya. Aroma parfum
berkelas yang masih terasa pada tubuhnya
menambah sensasi erotis persetubuhan kami.
Beberapa lama kemudian kami mencapai puncak
berbarengan, aku ejakulasi dalam vagina sisi
spermaku muncrat mengisi liang vaginanya.
Sementara sisi memekik keras sambil
mencengkeram pundakku, wajahnya terlihat
sangat menikmati orgasme yang baru saja
dialaminya.

Setelah selesai,sisi bangkit, ia memungut bra
dan celana dalamnya yang berceceran lalu
dipakainya kembali .. Ia lalu
memberikan kecupan ringan di bibirku
Puas? tanyanya
Aku hanya mengganguk kemudian memeluknya.
Udah ah! Sekarang bantuin gua aja! sahutnya
melepaskan diri dari dekapanku.

“bantuin apaan???” tanyaku malas karena sudah kecapean

“tugas kampus!!! Dead line nya besok tahu!! Kamu si ger ada acara maen ke sini jadikan terlantar ! Mana dosenya killer gila” cerocos sisi

secara repleks Kuraih tangan sisi dan Saat
kugenggam tangannya kurasakan jantungku
berdegub lebih cepat, apakah
mulai timbul rasa suka pada sisi?
Atau dia hanya pelampiasanku saja?
Atau aku yang hanya di manfaatkan untuk mendapakkan kepuasannya saja?

Ah pusing

Author: 

Related Posts