Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 2

Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 2by adminon.Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 2The Bastian’s Holiday – Part 2 Introduce THE TRAINS Kereta Taksaka malam mulai melaju dari Stasiun Tugu Jogja. Masinis membunyikan bel yang menandakan kereta sudah siap melaju menuju Jakarta. Pasti butuh waktu untuk segerai sampai, dan pasti perjalanan ini akan sangat panjang dan begitu membosankan. Untungnya aku ditemani oleh Mba Icha, Teman sekaligus Kakak bagiku. […]

0OrZQYdIS9 1xJnxrccSa 2HwVVcQ9LcThe Bastian’s Holiday – Part 2

Introduce
THE TRAINS

Kereta Taksaka malam mulai melaju dari Stasiun Tugu Jogja. Masinis membunyikan bel yang menandakan kereta sudah siap melaju menuju Jakarta. Pasti butuh waktu untuk segerai sampai, dan pasti perjalanan ini akan sangat panjang dan begitu membosankan. Untungnya aku ditemani oleh Mba Icha, Teman sekaligus Kakak bagiku. Dia seorang wanita yang sangat cantik. Tetapi yang membuatku begitu mengaguminya adalah kebaikan dan kepedulianya akan sesama termasuk diriku. Dia kerap membimbingku dalam berbagai hal, itulah yang membuatku menganggapnya sebagai kakakku sendiri.

Didalam kereta aku dan Mba Icha saling mengobrol. Apa saja kami obrolkan. Tapi yang Mba Icha lebih tertarik menggunakan photopraphy sebagai bahan obrolan kami. Ia kembali membujuku agar beli Kamera biar dia ada temannya. Aku memang mulai tertarik sih dengan dunia Foto, tapi aku belum membulatkan tekat untuk memulainya.

Lama kami ngobrol akhirnya bahan obrolan kami habis. Kami tak tahu harus berbicara apalagi. Akhirnya kami berdua asik dengan Gadget masing masing. Mba Icha memainkan game di iPadnya aku asik berchating ria dengan kawan kawanku diJakarta. Sudah tidak sabar aku ingin berjumpa dengan mereka. Hampir setahun ini kami tidak saling berkumpul.

Lewat group Chat yang kami berlima buat kami sepakat bila aku sudah di Jakarta kami akan mengadakan pertemuan. Dan kami akan menggila seperti masa SMA dulu. Lima Serigala akan berkumpul kembali.

Suara dari pengeras suara membangunkanku. Kupikir aku sudah sampai. Rupanya kami masih ada di Stasiun Cirebon. Sialan sedang enak tidur malah kebangun. Tapi tak lama masinis kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Suasana didalam gerbong sangatlah sunyi. Yah karena ini memang kereta malam dan semua penumpang memanfaatkanya untuk Istirahat agar sesampainya ditujuan mereka bisa fit dan langsung melanjutkan aktifitas. Kulihat didikursi belakang dan depan semua penumpang sudah tidur. Beberapa dari mereka menggunakan selimut yang disediakan untuk menahan dingin didalam gerbong ini.

Aku duduk dikursi luar dan Mba icha dibagian dalam yang berdekatan dengan Jendela. Kulihat ia tertidur begitu pulas. Kepalanya ia sandarkan pada sudut jendela dengan beralaskan bantal melindungi kepalanya. Wajahnya begitu sayu ketika tidur, seolah tanpa dosa setitikpun. Kupandangi terus wajahnya yang sangat Cantik dan anggun. Aku tak menyangka kemarin malam aku sudah berhubungan badan dengannya.

Aku memang sangat senang akan semua yang terjadi kemarin malam. Seolah itu adalah yang kudambakan selama ini. Tetapi yang membuatku bahagia bukan karena aku dapat merasakan dan bersentuhan dengan kulitnya. Tetapi secara tak langsung aku telah merubah paradigmanya selama ini tentang sosok laki laki. Ya selama ini dia memang seorang Lesbian, dan baginya berhubungan lagi dengan seorang laki laki adalah sebuah kekalahan. Tetapi aku berhasil merombak paradigma yang telah tertanam di jiwanya selama bertahun tahun.

Aku tersenyum bila mengingat kejadian itu. Lalu tak lama Mba Icha menggerakan tubuhnya hingga selimut yang menutupi tubuhnya sedikit tersingsing. Malam ini ia memang mengenakan sebuah Kaos hitam tanpa lengan yang memperlihatkan bentuk lengannya yang sempurna. Entah karena udara dingin atau sedari tadi aku mengingat akan kejadian kemarin malam, aku merasa sedikit terangsang. Kemaluanku mulai menggeliat, terlebih ketika melihat belahan dada mba Icha yang sedikit terpampang karena kaos yang ia kenakan memiliki belahan kerah yang sedikit terbuka, serupa dengang Tank-Top.

Walau kemarin malam aku sudah sangat puas meremas dan mengulum puting yang ada dibalik kaos itu. Tetapi rasanya situasi ini telah mempengaruhiku untuk melakukan sesuatu hal yang sedikit nakal. Lalu tanpa aku sadari Tanganku mulai bergerak. Kulihat lagi semua penumpang masih tertidur lelap. Lalu kini tanganku sudah semakin dekat menuju dada Mba Icha, yang walaupun kecil ukuranya tetapi tetap membuat jantung ini berdetak.

Haaap.

Akhirnya Telapak ini sudah berada didepan dada Mba Icha. Ia tidak bergeming yang membuatku semakin berani. Lalu kuberanikan diri untuk sedikit meremas. Perlahan lahan aku meremas payudaranya. Namun….

” NGAPAIN LOE BAS?”
” Lepas kagak, kalau nggak gue Tabok nihh.”

Gertak Mba Icha dengan suara lirih.

Oh tidak, sial. Ternyata Mba Icha sadar apa yang tengah aku lakukan. Segera kutarik tanganku dari payudaranya. Lalu Mba Icha menarik kembali selimut dan menutup lagi tubuhnya. Aku malu sekali. Apa yang sudah aku lakukan. Oh tidak ini kan tempat umum.

Aduhh bodoh bodoh bodoh

Aku berharap Mba Icha tidak mengingat kejadian ini. Sungguh aku malu karenanya. Akhirnya aku memutuskan untuk lanjut tidur saja dan melupakan apa yang telah aku lakukan barusan. Aduhh Malunya.

_________________________________________

“Selamat datang di Stasiun Gambir., kepada penumpang silahkan memperhatikan barang bawaan…….”

Suara dari pengeras suara itu membangunkanku dari tidurku. Rupanya sekarang sudah sampai di Stasiun Gambir Jakarta. Aku membangunkan Mba Icha yang tertidur diatas pundaku. Lumayan pegal sih semalaman pundaku jadi tumpuan.

Kami berdua segera turun dari kereta. Aku menelpon Papahku yang katanya mau menjemputku. Tak lama akupun bertemu dengan papah yang sudah menunggu dibawah. Aku memperkenalkan Mba Icha kepada papah lalu kami bergegas menuju Rumahku yang berada didaerah Jakarta Pusat.

Beberapa menit kemudian kami sampai dirumah. Papah langsung memarkirkan mobilnya didalam Garasi. Aku dan Mba Ichapun turun lalu segera masuk kedalam rumah. Rupanya mama belum tidur, menungguku hingga sampai kerumah.

“Maamaaaa,” Soraku ketika bertemu dengan mama

“Uhhh anak mamah udah pulang, mama kangen tahu gak?. kamu disuruh pulang gak pulang pulang bandel yaah” sahut mamah yang terlihat senang dengan kepulanganku.

“Tian juga kangen Maaah,” jawabku sambil memeluk mamah.

“Oh iya ma ini kenalin temen Tian yang Tian ceritain itu.” Kataku sambil memperkenalkan Mba icha pada Mamah.

“Marissa Tante, salam kenal”

“Wah namanya secantik orangnya yaah, saya mamahny Bastian, de Marissa gak usah sungkan yah anggep saja rumah sendiri.”

“Iya Tante makasih loh sudah dijinin nginap.”

“Iya sama sama, dek Marissa laper gak mau makan atau mau langsung istirahat aja?” Tanya mama.

” Makasih, tapi kayaknya langsung Istirahat saja Tante.”

“Oh Ya sudah, yuk Tante anterin kekamar” ajak mama mengantar Mba icha ke Kamar Tamu yang sudah dipersiapkan mama sebelumnya.

“Maaaah, kalao gitu Tian juga kekamar langsung yah, masih ngantukk nihhh.”

Mama mengantar Mba Icha kekamar Tamu dan aku juga menuju Kamarku sendiri. Ahhhh Rasa rinduku sudah terobati. Cukup lama aku mendinggalkan kamar ini. Komputer kesayanganku, Gam consoleku tercinta, koleksi koleksi komik dan action figurku.. Ohhh aku rindu sama kalian semua

“Ohhhh Iron Man, kamu kok berdebuu gituuu, pasti Bi Dijah gak pernah bersihiin kamuu yaah, yah ampun kasihaaan”

“Yaaah, ini Goku sama Lufy juga berdebu. Aduhhh sabar yahh, besok pasti aku bersihin kalian semua, kalian sabaar yaaahhh. Aku mau tidurrr dulu, ngantuk nih.” Kataku pada semua koleksi Action Fiugureku.

Setelah puas melepas Rindu dengan benda benda kesayanganku. Aku segera merebahkan tubuhku diatas kasur empuku. Kutarik selimut dan segera memejamkan Mata. Semoga tidurku dapat nyenyak malam ini. Ahh sudah setengah 3 rupanyaa…… Aaahhhh……

zzzZZZZZ

_________________________________________
“Yayang, yaaayaaang, bangun dong naak sudah siang niih, ayo Sarapaan duluuu”

“Yaaayaaang, ayooo Banguuuuun”

Author: 

Related Posts